Headlines News :
Home » » Gebyar Paskah Sekami

Gebyar Paskah Sekami

Written By Keuskupan Sibolga on Senin, 09 April 2012 | 10.07

Pastor Godihardus, Pr memimpin perayaan misa Paskah Kedua pada Senin, 9 April 2012 pukul 08.30 WIB, kegiatan itu dikhususkan untuk anak-anak SEKAMI. Perayaan berlangsung sangat meriah dengan Gebyar Paskah SEKAMI yang dipusatkan di Paroki St. BPB Gunungsitoli. Turut dihadiri oleh Pastor Fransiskus Sinaga, Pr selaku pastor paroki, Tokoh-tokoh Umat, dan umat se-Paroki. Seluruh anak-anak SEKAMI se-Paroki berkumpul bersama dari 12 Lingkungan, ditambah 2 Stasi, serta anak-anak dari SD Mutiara yang membawakan satu koor. Tidak kurang dari 1.500 orang anak SEKAMI merayakan Paskah meriah. Pada saat memberikan renungan P. Godi turun dari altar dan mendekati anak SEKAMI, lalu bertanya kepada beberapa anak tentang perasaan pernah takut. Dari jawaban beberapa anak SEKAMI itu, ada yang menjawab pernah takut saat lampu padam pada malam hari, takut dikejar anjing dan lebih takut lagi saat orang tua marah pada mereka. Tampak orang tua yang hadir saat itu, tersenyum-senyum mendengar penuturan anak-anak yang begitu polosnya. Pastor Godi mengatakan, “Tak usah takut karena kamu punya sahabat yang pemberani, lemah-lembut dan penuh perhatian, Siapakah Dia?” Dengan gampangnya anak-anak SEKAMI menjawab, “YESUS!”

Dalam Perayaan Misa itu, seluruh kegiatan dipercayakan kepada anak-anak SEKAMI. Mulai dari Pembacaan, Doa Umat, Mazmur, Dirigen, Penari-penari, Kolektan, para Mesdinar dan Organis. Bahan persembahan juga disediakan oleh anak SEKAMI sendiri yang dibawa dari rumah atas kerjasama orang tua yang sangat antusias dengan kegiatan gebyar paskah SEKAMI.

Penampilan Ester Memberi Warna Baru

Salah satu yang memakau dalam acara itu adalah penampilan dari seorang anak SEKAMI, bernama Ester Gracia Melina Zebua. Ester, begitu sapaan akrab teman-temannya yang masih berumur sangat muda namun berpenampilan mengagumkan. Anak itu tidak banyak bicara, tapi penuh perhatian, jeli dan menyimpan bakat istimewa. Selama perayaan pesta paskah kedua, tampak anak itu begitu lincahnya, dia memainkan jari-jari kecilnya dengan lentur di tuts-tuts organ membuat Perayaan Misa yang berlangsung sekitar satu jam setengah itu begitu berkesan dan agung. Tak ada kecanggungan sama sekali dengan penuh keberanian dan percaya diri dia tampil dengan begitu dewasa karena dia tahu bahwa Yesus sahabatnya setia menemaninya dan yakin apa yang telah dimilikinya itu adalah dari Tuhan.

Saat didekati usai penampilan yang telah memberi warna baru dalam memainkan peran sebagai organis, dan ditanyakan mengapa bisa tampil memukau. Ester dengan berani balik bertanya, “Jadi untuk apa malu dan takut ?” Hm… Ester anak pasangan Robert Zebua, S.Ag. dan Sitimanila Waruwu, S.Ag. Akrab dipanggil kakak dua di rumah, dia memiliki saudari kembar dan dua orang adik. Ester lahir di Gunungsitoli, 5 Mei 2001 dan sekarang sedang duduk di bangku kelas V di SD Swasta Mutiara Gunungsitoli. Ketika ditanya bagaimana perasaannya ketika Koordinator Pendamping SEKAMI meminta Ester untuk mengiringi lagu selama Perayaan Misa, apakah ada kecanggungan? Justru Ester mengaku sebaliknya dan begitu bahagia, dia senang, gembira karena diberi kepercayaan untuk melayani Tuhan lewat bakat-bakatnya.

Ester yang lihai itu juga menuturkan cerita masa lalu. Waktu Natal SEKAMI, katanya, tepat hari Minggu Misioner 2011 lalu, dia mengiringi teman-temannya membawakan Koor SEKAMI, dan masih ada perasaan tegang ketika digandeng oleh Organis senior Johan Harrysanto Laia dengan lagu-lagu tetap. Penasaran dengan keberaniannya itu, wajar saja bila banyak orang ingin mengetahui lebih banyak tentang Ester itu. Ternyata, Ester mengakui merasa berbakat dan minatnya dalam seni seperti menari dan bernyanyi sudah tumbuh sejak kecil. Itu terbukti, setiap ada kegiatan dia merasa senang bila diikutsertakan, bahkan tanpa segan dan takut meminta untuk selalu diikutkan. Misalnya saja, ketika TK, Ester dibelikan gitar mainan oleh orang tuanya. Lalu memainkan gitar itu saat ada lagu-lagu anak yang didengar.

Melihat kelincahannya itu, maka orang tuanya membelikan dia organ kecil. Tapi dari alat yang sangat sederhana itu justru dia mengembangkan bakatnya. Agar lebih baik lagi maka Ester kursus. Namun kursus itu hanya berlangsung tiga hari karena gurunya sibuk. Karena itu dia belajar sendiri. Teman-teman sebayanya merasa salut dengan Ester, apalagi dia tidak sombong dan berteman dengan siapa saja. Dan memang itulah anak SEKAMI, berani berperan aktif demi memuliakan Tuhan dan mengembangkan talenta yang dimiliki.

Kegiatan SEKAMI Memeriahkan Ramah Tamah

Selesai Perayaan Misa anak-anak SEKAMI digiring ke lapangan STP lama untuk mengikuti lomba “MENCARI TELUR PASKAH”. Sebanyak 300 butir telur yang telah disembunyikan oleh Pendamping SEKAMI yang dibantu oleh anak-anak THS-THM. Saat kegiatan itu berlangsung orang tua tidak diizinkan untuk mengikutinya. Serunya, banyak anak yang kecil-kecil berharap mendapatkan telur paskah. Dari jauh juga kelihatan banyak umat memperhatikan, ada tawa, dan keseriusan. Melihat anak-anak dengan sungguh-sungguh mencari, beberapa anak yang tidak mendapat ada yang kecewa. Anak-anak SEKAMI itu sangat tergiur dengan hadiah karena salah satu syaratnya mendapat hadiah bila mampu menemukan telur sebanyak mungkin. Ada 14 hadiah telah disediakan oleh para Pendamping SEKAMI.
Selesai pencarian telur itu, para Pendamping SEKAMI kembali membawa anak-anak, orang tua dan umat yang masih setia menyaksikan kegiatan, untuk mengikuti ramah tamah di Aula Paroki dengan disuguhi berapa kegiatan menarik yang telah dikemas oleh para pendamping SEKAMI Paroki, Lingkungan dan stasi.

Pada kesempatan itu, salah seorang dari tokoh umat bapak Ama Parman Waruwu selaku Ketua lingkungan St. Felisitas menyampaikan sambutan. Menurutnya, dengan selalu diadakannya kegiatan untuk anak SEKAMI seperti itu, akan sangat baik untuk perkembangan iman anak ke masa depan. “Saya merasakan, kegiatan SEKAMI secara tidak langsung anak digiring untuk mengisi waktu mereka ke arah yang positif. Untuk itu saya ajak orang tua yang hadir agar mendukung kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh para Pendamping SEKAMI. Mari memberi waktu pada anak-anak dalam mengikuti kegiatan, apalagi yang sifatnya rohani.” Tuturnya, sambil mengajak umat berpartisipasi untuk mendukung kegiatan.

Banyak kegiatan yang terlaksana baik. Misalnya, pada awal acara ramah tamah, anak-anak SEKAMI dari Lingkungan St. Felisistas membukanya dengan tari Sekapur Sirih yang diasuh oleh Kak Anna Waruwu. Disusul dengan Tor-tor, Dance dan lagu-lagu gembira dari anak-anak SEKAMI. Semua anak-anak SEKAMI terlibat dan merasakan suatu situasi yang begitu menggembirakan, apalagi dengan beberapa hadiah walau tidak mahal tapi sangat berarti buat anak karena mereka merasa diperhatikan dan dihargai.

Pendamping juga menyediakan hadiah khusus buat anak dan kelompok yang berprestasi, hal itu untuk memicu daya tarik buat anak-anak SEKAMI lain untuk lebih aktif. Keaktifan dalam mengikuti segala kegiatan SEKAMI, diharapkan bukan karena hadiah melainkan agar tumbuh kebiasaan untuk mencintai, melayani, memberi, berdoa sesuai dengan Motto SEKAMI 2D2K: “DOA, DERMA, KURBAN dan KESAKSIAN”.

Menurut keterangan yang diperoleh, adapun telur-telur Paskah yang 900 butir, didapatkan dari para Donatur yang setiap tahunnya selalu menawarkan bantuan untuk anak-anak SEKAMI. Di penghujung acara semua anak dibagikan makanan dan juga telur sebagai tanda kasih dalam kebersamaan.
Lewat kegiatan Paska SEKAMI tahun 2012 itu, anak-anak diajak untuk selalu berperan aktif seraya mengembangkan iman anak lewat berbagai kegiatan. Mudah-mudahan kegiatan SEKAMI dapat menumbuhkan dan menyalurkan bakat-bakat anak SEKAMI. Mari kita memberi dukungan agar anak-anak kita tumbuh dan terbiasa untuk memulai dari hal-hal kecil. “Anak adalah masa depan Gereja……!!!”

Laporan :
Rosbani Laia, S.Ag. Koordinator SEKAMI Paroki St. Maria BPB. Gunungsitoli-Nias
Share this article :

0 komentar:

Tulis Komentar Anda

Gunakan Account Gmail untuk menuliskan komentar anda!

 
Dikelola Oleh : Biro KOMSOS
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2009. Keuskupan Sibolga - All Rights Reserved
Keuskupan Sibolga | Membangun Gereja Mandiri, Solider dan Membebaskan.